
Sekitar tahun 2020, Lin Weidan menghabiskan seluruh tabungannya senilai 600 ribu untuk menyewa kolam kosong dan membudidayakan udang, guna membantu adiknya yang terlilit hutang bangkit kembali. Dia mengurus modal, teknik, dan pemasaran inti, sementara adik dan iparnya hanya menjaga kolam. Setelah tambak udang menghasilkan keuntungan besar, iparnya Tian Xiuqin menghasut adiknya untuk mengusir Lin Weidan dari usaha dengan alasan pengembalian modal. Dengan bukti kontrak, buku catatan keuangan, dan pesanan dagang yang kuat, Lin Weidan menghitung penyelesaian dengan adil, mengungkap nilai sebenarnya dari tambak, membalikkan pengkhianatan, dan mendirikan koperasi budidaya. Kisahnya memberi makna mendalam: air kolam yang kotor bisa dibersihkan, tetapi hati manusia yang busuk harus diperbarui.
Source: DramaNova. Rights belong to the series’ studio and platform.