Lintang Wijaya terikat dengan Sistem Kuliner. Setiap minggu, ia mendapat lokasi dan makanan acak. Misi minggu pertama membuat Lintang Wijaya tercengang: Menjual sayap panggang super pedas di depan Rumah Sakit Proktologi. Ini hanyalah permulaan. Ia juga harus menjual Daging Rebus Saus Bawang Putih di acara perjodohan, menjual tahu busuk di konser, dan harus ikut maraton baru bisa pesan makanan. Fakta membuktikan, selama rasanya enak, standar para pelanggan pun ikut diturunkan.