Nara Qiana dikejar pembunuh, masuk rumah Nino. Mereka menikah. Guru Nara Qiana, Luna Shana, menemukan Nino mirip Guru Agung-nya, bermusuhan dengan Panji Permana. Panji meminta bantuan Dua Leluhur Permana, namun tak bisa ikut campur. Terungkap Dua Leluhur juga murid Nino. Malapetaka sepuluh ribu tahun datang, Iblis Mara kembali. Panji dirasuki iblis, menjadi jahat. Nino menghajar Panji. Panji meledakkan diri, memanggil dewa, iblis, manusia. Semua berlutut: "Hormat pada Yang Mulia Tao!"