Arga, pemain game, melakukan perjalanan waktu. Ia memilih 'Bukit Batu Keras', menampung tiga wanita: Tunas, Wira, Awan. Menghadapi ejekan suku dan penindasan Suku Burung Nazar, Arga menggunakan pengetahuan modernnya membangun kota dan benteng baja. Ketiga wanita itu menjadi rekan. Saat peradaban terbentuk, penghakiman dari 'masa depan' datang. Ini adalah transformasi Arga dari pemain game menjadi pelopor peradaban.