Roh Giok Ayu diselamatkan oleh Mancang, namun ia dipaksa memberikan Embun Giok oleh Mancang yang serakah lalu dibuang ke Tungku Terbengkalai. Pak Go dan Chandra menyelamatkannya tanpa imbalan, membuat Ayu mendapatkan kepercayaan kembali dan memahami bahwa membalas budi tidak perlu mengorbankan nyawa. Ia memimpin warga desa membersihkan Mata Air Giok dan Saluran Air Tua untuk mengairi Lahan Kering. Mancang menebus kesalahannya. Mata Air Giok mengalir kembali, desa kembali makmur.